03/02/2026
Jakarta
Berita General

Pikiran-Pikiran yang Menghambatmu Berbisnis

Memulai bisnis bukan hanya soal modal uang, tetapi juga modal mental. Banyak orang ingin menjadi pengusaha, tetapi akhirnya gagal bahkan sebelum memulai. Kenapa? Salah satu penyebab utamanya adalah pola pikir yang salah. Berdasarkan data dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM), sekitar 33% calon pengusaha gagal memulai bisnis karena takut gagal. Selain itu, riset dari Harvard Business Review juga menunjukkan bahwa mental block menjadi penghalang terbesar dalam dunia bisnis.

Baca juga tentang Pemasaran di Era Digital : Cara Membangun Brand yang Viral disini!

Gak Punya Modal dan Takut Gagal!

Selain itu, ketakutan akan kegagalan juga sering menjadi penghalang. Banyak orang takut mencoba karena merasa tidak siap menghadapi risiko. Namun, jika kita melihat kisah sukses para pengusaha besar, hampir semuanya pernah mengalami kegagalan. Thomas Edison, misalnya, gagal 1.000 kali sebelum akhirnya menemukan bola lampu. Jeff Bezos pun pernah mengalami kegagalan dalam beberapa proyek bisnisnya sebelum Amazon menjadi raksasa e-commerce seperti sekarang. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Alih-alih menghindarinya, lebih baik kita belajar bagaimana cara bangkit dan memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Gak Punya Keahlian dan Pesimis!

Pikiran lain yang sering menghambat adalah perasaan tidak memiliki keahlian. Banyak orang berpikir mereka harus menjadi ahli sebelum memulai bisnis, padahal banyak pengusaha sukses yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang industri yang mereka jalani. Keahlian bisa dipelajari seiring waktu, dan saat ini banyak sumber belajar yang mudah diakses, seperti kursus online, seminar bisnis, atau mentoring dari pengusaha lain. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Sebagian orang juga berpikir bahwa pasar sudah terlalu penuh dan mereka tidak akan bisa bersaing. Padahal, persaingan dalam bisnis selalu ada, tetapi itu bukan berarti tidak ada peluang. Gojek, misalnya, masuk ke pasar transportasi yang sudah ada, tetapi sukses dengan model bisnis inovatifnya. Kuncinya adalah menemukan keunikan bisnis yang bisa membedakan dari pesaing. Bisa dengan menawarkan layanan yang lebih baik, harga yang lebih kompetitif, atau pengalaman pelanggan yang lebih menarik.

Tidak sedikit juga yang merasa tidak punya waktu untuk berbisnis. Kesibukan dengan pekerjaan atau aktivitas lainnya sering dijadikan alasan untuk menunda. Padahal, banyak pengusaha yang memulai bisnis mereka sambil tetap bekerja. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk membangun bisnis secara bertahap. Tidak ada waktu yang benar-benar “sempurna” untuk memulai bisnis. Jika terus menunggu, kita hanya akan kehilangan peluang yang ada.

Kesimpulan

Hambatan terbesar dalam berbisnis bukanlah modal, keahlian, atau pasar, tetapi pikiran negatif dalam diri sendiri. Jika ingin sukses berbisnis, mulailah dengan mengubah pola pikir. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai selain sekarang!

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video