03/02/2026
Jakarta
Business

Pemasaran di Era Gen Z: Cara Membangun Brand yang Viral

Di era digital yang serba cepat ini, Gen Z—yang lahir antara 1997 dan 2012—telah menjadi kelompok konsumen yang sangat berpengaruh. Dengan karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya, mereka tidak hanya terhubung dengan teknologi, tetapi juga memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap keaslian, keterlibatan sosial, dan keberagaman dalam setiap aspek bisnis. Membangun brand yang dapat menarik perhatian Gen Z membutuhkan pendekatan yang kreatif, responsif, dan relevan dengan nilai-nilai mereka. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk membangun brand yang viral di era Gen Z.

1. Maksimalkan Media Sosial dan Konten Visual

Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan media sosial, terutama platform yang berbasis visual seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Mereka lebih tertarik pada konten yang menarik, singkat, dan menghibur. Untuk membangun brand yang viral, kamu perlu mengoptimalkan penggunaan platform ini dengan konten yang kreatif dan autentik.

Cara:

  • Gunakan TikTok untuk Kampanye Viral: TikTok adalah tempat terbaik untuk menciptakan tren dan challenge yang bisa viral dengan cepat. Buat konten yang mengundang partisipasi aktif dari pengguna, seperti challenge atau konten berbasis humor yang relevan dengan produk atau layanan kamu.
  • Konten Visual yang Kuat: Gunakan foto, video, dan grafik yang menarik untuk menarik perhatian Gen Z. Konten harus estetik, fun, dan mudah dibagikan.
  • Influencer dan Creator yang Relevan: Kolaborasi dengan influencer dan content creator yang memiliki pengaruh di kalangan Gen Z untuk mempromosikan produk atau brand kamu. Pilih influencer yang memiliki audiens yang sesuai dengan produk dan nilai brand kamu.

2. Autentik dan Transparan dalam Komunikasi

Gen Z sangat menghargai keaslian dan transparansi. Mereka tidak tertarik dengan iklan yang terkesan berlebihan atau manipulatif. Sebaliknya, mereka ingin merasa terhubung dengan brand yang mereka dukung, dan mereka lebih memilih brand yang memiliki nilai yang sama dengan mereka, seperti keberagaman, keberlanjutan, dan keadilan sosial.

Cara:

  • Bangun Cerita Brand yang Autentik: Ceritakan kisah di balik brand kamu—mulai dari visi, misi, hingga nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Gen Z ingin tahu siapa yang ada di balik brand dan apa yang membuat brand tersebut berbeda.
  • Jujur dalam Komunikasi: Jangan takut untuk menunjukkan kekurangan atau kesalahan yang pernah terjadi, dan tunjukkan bagaimana kamu memperbaikinya. Ini menciptakan rasa kepercayaan yang lebih besar.
  • Tampilkan Keberagaman: Gen Z sangat menghargai keberagaman dalam segala hal—mulai dari tim yang kamu miliki hingga cara kamu mempresentasikan produk atau layanan. Pastikan brand kamu mencerminkan keberagaman dalam berbagai aspek.

3. Berkomitmen pada Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial

Gen Z lebih cenderung mendukung brand yang memiliki tanggung jawab sosial dan berkomitmen terhadap keberlanjutan. Mereka sangat peka terhadap isu-isu seperti perubahan iklim, keadilan sosial, dan perlindungan hewan, dan mereka lebih memilih membeli produk dari brand yang mendukung tujuan yang lebih besar dari sekadar keuntungan finansial.

Cara:

  • Penerapan Praktik Bisnis yang Ramah Lingkungan: Gunakan bahan-bahan ramah lingkungan, kurangi jejak karbon, dan pastikan proses produksi kamu berkelanjutan. Hal ini akan menarik perhatian Gen Z yang peduli dengan masa depan planet kita.
  • Tunjukkan Kepedulian terhadap Isu Sosial: Terlibat dalam kampanye sosial yang relevan dengan nilai-nilai Gen Z, seperti pemberdayaan wanita, keberagaman, atau edukasi untuk anak-anak kurang mampu. Kampanye semacam ini tidak hanya menarik perhatian tetapi juga membangun loyalitas konsumen.
  • Berikan Transparansi dalam Proses Produksi: Gen Z ingin tahu dari mana asal produk mereka. Jika kamu menggunakan bahan-bahan yang etis dan proses yang adil, pastikan untuk mengomunikasikan hal tersebut secara terbuka.

4. Fokus pada Pengalaman Pelanggan dan Interaksi Dua Arah

Gen Z ingin merasa dihargai dan diakui oleh brand yang mereka dukung. Mereka bukan hanya sekadar konsumen pasif—mereka menginginkan pengalaman yang interaktif, di mana mereka bisa memberikan umpan balik, berkomunikasi langsung, dan merasa terlibat dalam setiap langkah perjalanan brand.

Cara:

  • Engagement Langsung di Media Sosial: Jangan hanya memposting konten, tetapi juga aktif berinteraksi dengan audiens kamu melalui komentar, DM, atau bahkan live streaming. Responsif terhadap pertanyaan, kritik, atau komentar dari konsumen akan meningkatkan hubungan yang lebih erat dengan mereka.
  • Personalisasi Pengalaman: Gunakan data untuk memberikan pengalaman yang lebih personal, seperti rekomendasi produk berdasarkan perilaku sebelumnya atau mengirimkan penawaran khusus yang sesuai dengan preferensi konsumen.
  • Kolaborasi dengan Pelanggan: Ciptakan ruang bagi konsumen untuk ikut berperan dalam proses kreatif brand kamu, seperti mengajak mereka untuk membuat desain produk, memilih nama produk baru, atau memberi ide untuk kampanye sosial.

5. Kecepatan dan Fleksibilitas dalam Menanggapi Tren

Gen Z sangat cepat dalam mengadopsi tren baru dan mudah bosan jika mereka tidak merasa ada hal baru atau segar dari brand yang mereka ikuti. Untuk membuat brand kamu tetap relevan dan viral, kamu perlu cepat dalam merespons tren dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Cara:

  • Responsif terhadap Tren: Pantau terus tren yang berkembang di media sosial dan dunia digital, lalu buat konten atau kampanye yang relevan dengan tren tersebut. Jangan takut untuk ikut “main” di dunia meme atau challenge yang sedang viral.
  • Inovasi Produk yang Cepat: Gen Z ingin selalu menemukan produk baru yang menarik. Ciptakan produk atau layanan dengan fitur yang selalu up-to-date dan mengikuti perkembangan kebutuhan mereka.
  • Pemasaran yang Fleksibel: Gunakan berbagai format pemasaran yang sesuai dengan platform dan audiens, seperti konten video pendek di TikTok, influencer marketing, atau bahkan meme untuk menarik perhatian.

6. Gamifikasi dan Pengalaman yang Menghibur

Gen Z suka sesuatu yang menyenangkan dan menghibur. Mereka lebih tertarik pada brand yang menawarkan pengalaman yang interaktif dan bisa melibatkan mereka dalam bentuk permainan atau kompetisi.

Cara:

  • Kampanye Gamifikasi: Ciptakan game atau kompetisi yang mengajak audiens untuk berpartisipasi. Misalnya, challenge media sosial yang memberikan hadiah menarik atau penghargaan untuk peserta dengan konten terbaik.
  • Hadiah dan Poin Loyalitas: Berikan penghargaan kepada pelanggan yang setia dengan sistem poin atau hadiah yang bisa ditukarkan dengan produk atau diskon.
  • Konten Interaktif: Gunakan polling, quiz, atau kuis untuk melibatkan pengikut kamu secara langsung, sambil memperkenalkan produk atau layanan kamu dengan cara yang menyenangkan.

Kesimpulan

Untuk membangun brand yang viral di era Gen Z, kamu harus berfokus pada keaslian, keberagaman, dan keterlibatan yang aktif. Gen Z lebih suka berinteraksi dengan brand yang terbuka, bertanggung jawab secara sosial, dan cepat beradaptasi dengan tren. Memanfaatkan media sosial, berkomitmen pada keberlanjutan, serta memberikan pengalaman pelanggan yang personal dan menyenangkan adalah kunci utama. Hal ini menciptakan brand yang tidak hanya populer, tetapi juga bisa bertahan di hati Gen Z. Jika kamu dapat berinovasi dan menanggapi kebutuhan mereka dengan cara yang kreatif dan relevan. Maka brand kamu bisa menciptakan dampak yang signifikan di pasar. Baca juga apa saja strategi jitu mengembangkan bisnis di era digital, kamu bisa baca disini.

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video